December 10, 2022
Mitos Dan Fakta Seputar Bayi Tabung Yang Perlu Diketahui

Mitos Dan Fakta Seputar Bayi Tabung Yang Perlu Diketahui

Pasangan yang sudah menikah hampir sebagian besar menginginkan memiliki momongan. Sayangnya beberapa diantara mereka mengalami masalah pada organ reproduksinya sehingga membuatnya sulit untuk mendapatkan keturunan. Program bayi tabung merupakan salah satu solusi yang ditawarkan dunia medis. Banyak pasangan yang terbukti berhasil mendapatkan momongan berkat program ini. Selain harus menyiapkan budget yang tidak sedikit, Anda juga harus survey klinik program bayi tabung yang terpercaya dan bagus, sehingga hasilnya memuaskan. Salah satunya ialah RS Pondok Indah IVF Centre yakni klinik yang menangani program in vitro fertilization (IVF, bayi tabung), inseminasi buatan, kondisi gangguan sperma, dan semua penyebab yang mengganggu kesuburan, seperti PCOS, polip, kista, serta penyebab lainnya.

Namun sebelum memutuskan untuk mengikuti program ini, ada baiknya Anda mengetahui mitos dan fakta seputar bayi tabung dalam artikel ini.

1. Memakan Waktu Lama

Presepsi yang paling banyak ditemukan seputar bayi tabung ialah memakan waktu yang lama dan sulit. Hal ini merupakan mitos, sebab faktanya dengan perkembangan teknologi yang semakin modern dan memadai proses bayi tabung tidak lagi lama dan sulit. Dalam pengambilan sel telur tidak perlu melakukan operasi, namun cukup menggunakan kateter khusus, di mana pasien dibius selama 20 menit tanpa luka. Setelah itu sel telur disatukan dengan sperma di dalam wadah khusus di laboratorium. Sel telur tersebut membutuhkan 3-5 hari untuk menjadi embrio, kemudian calon ayah dan ibu dapat mengetahui apakah ia positif hamil atau tidak dalam kurun waktu 2 minggu.

 

2. Tidak Bisa Mengontrol Keberhasilan Bayi Tabung

Hal selanjutnya ialah Anda tidak dapat mengontrol keberhasilan proses bayi tabung. Ini merupakan fakta sebab dalam melakukan prosesnya pastinya melalui tingkat yang kompleks, tentunya banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses bayi tabung ini. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan bayi tabung ialah pola makan, berat badan tubuh, hingga mungkin penyakit keturunan yang di miliki, maupun faktor kesehatan lainnya.

 

3. Stress Dapat Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan program bayi tabung. Namun jika ada yang mengatakan bahwa stress dapat mempengaruhi keberhasilan maka itu merupakan mitos yang salah. Stress tidak dapat mencegah kehamilan. Meski begitu, banyak dokter menyarankan untuk menghindari stress dengan cara melakukan aktivitas yang Anda sukai, berolahraga juga bisa menjadi salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kebugaran tubuh.

 

4. Tidur Sepanjang Hari Setelah Transfer Embrio

Ini merupakan hal yang salah, faktanya setelah melakukan transfer embrio Anda tidak perlu khawatir dan takut sehingga membatasi aktivitas harian. Tetap lakukan aktivitas harian seperti biasa, karena jika setelah proses transfer embrio dan Anda hanya berbaring seharian justru akan menghalangi fluktuasi hormon pada tubuh Anda sehingga dapat menghambat proses keberhasilan bayi tabung.

 

Nah itu tadi beberapa fakta dan mitos seputar bayi tabung yang perlu Anda ketahui, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda, terlebih lagi jika ingin memulai proses bayi tabung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *